Sebanyak 8,3 Persen Penduduk Tak Punya Energi Hidup Sehat dan 68 Kabupaten/Kota Rentan Rawan Pangan

Avatar photo

Sabtu, 5 Oktober 2024 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bapanas dan BPS merilis kajian Analisis Kerawanan Pangan Berdasarkan Karakteristik Sosial Ekonomi Rumah Tangga dan Kewilayahan Tahun 2024. (Dok Bapanas)

Bapanas dan BPS merilis kajian Analisis Kerawanan Pangan Berdasarkan Karakteristik Sosial Ekonomi Rumah Tangga dan Kewilayahan Tahun 2024. (Dok Bapanas)

HAIUPDATE.COM – Berdasarkan Peta Ketahanan dan Kerentanan Pangan/Food Security and Vulnerability Atlas (FSVA) tahun 2023, masih terdapat 68 kabupaten/kota rentan rawan pangan.

Yang tersebar di wilayah Indonesia Timur, wilayah 3TP (Terdepan, Terluar, Tertinggal, dan Perbatasan) serta kepulauan.

Angka ini menurun di mana pada tahun 2022 terdapat 74 daerah rentan rawan pangan.

Sementara Angka Prevalence of Undernourishment (PoU) yang menunjukkan persentase penduduk Indonesia yang mengalami kekurangan asupan gizi.

Sehingga tidak memiliki energi yang cukup untuk hidup sehat, aktif, dan produktif, juga mengalami penurunan dari 10,21% di tahun 2022 menjadi 8,53% di tahun 2023.

Untuk itu agar pelaksanaan program/kebijakan dalam pengendalian kerawanan pangan terus berjalan tepat sasaran.

Juga diperlukan dukungan data spesifik kerawanan pangan yang berbasis pada karakteristik sosial ekonomi rumah tangga dan kewilayahan sampai dengan tingkat individu.

Dikutip Pangannews.com, Deputi Bidang Kerawanan Pangan dan Gizi Badan Pangan Nasional (Bapanas) Nyoto Suwignyo menyampian hal itu dalam keterangan tertulis.

“Analisis Kerawanan Pangan Berdasarkan Karakteristik Sosial Ekonomi Rumah Tangga dan Kewilayahan ini memberikan informasi.”

“Terkait analisis kerawanan pangan yang spesifik, yaitu berdasarkan karakteristik sosial ekonomi rumah tangga dan karakteristik kewilayahan,” jelas Nyoto Suwignyo di Hotel Aston Simatupang pada Kamis (3/10/2024).

Badan Pangan Nasional/National Food Agency (Bapanas) bersama Badan Pusat Statistik (BPS) merilis kajian Analisis Kerawanan Pangan Berdasarkan Karakteristik Sosial Ekonomi Rumah Tangga dan Kewilayahan Tahun 2024.

Nyoto Suwignyo menyebut upaya ini ditujukan untuk mewujudkan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Atau Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain SDGs-1 menghapus kemiskinan dan SDGs-2 mengakhiri kelaparan.

“Indonesia berkomitmen untuk mewujudkan 17 target dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs).”

“Antara lain SDGs-1, menghapus kemiskinan dan SDGs-2, mengakhiri kelaparan,” ujar Nyoto saat membacakan arahan Kepala NFA Arief Prasetyo Adi.

Adapun hasil analisis secara garis besar disajikan dalam bentuk peta tematik level nasional yang membandingkan keadaan kerawanan pangan provinsi.

Dan peta tematik level provinsi yang membandingkan keadaan kerawanan pangan kabupaten/kota.

Di samping itu, hasil analisis juga memberikan gambaran mengenai faktor yang berpengaruh terhadap kerawanan pangan dan risiko kerawanan pangan berdasarkan karakteristik sosial ekonomi dan kewilayahan.

Sementara itu, hasil analisis secara nasional menunjukkan bahwa risiko rawan pangan terbesar ada pada karakteristik kemiskinan, pendidikan rendah, dan tidak adanya paket pelayanan stunting.

Hal ini juga menegaskan betapa pentingnya pengentasan kemiskinan, peningkatan pendidikan, serta peningkatan pelayanan stunting sebagai bagian dalam upaya mengatasi kerawanan pangan.

“Kami berharap hasil analisis ini menjadi awal yang baik dalam menyiapkan rujukan program dan kegiatan intervensi pengendalian kerawanan pangan yang tepat sasaran,” tambah Nyoto.

Dalam kesempatan tersebut Deputi Bidang Statistik Sosial BPS Ateng Hartono berharap hasil analisis ini bisa menjadi masukan bagi kementerian/lembaga maupun Pemerintah Daerah.

Untuk bisa mengawal pencapaian target SDGs melalui dua indikator utama yakni Prevalence of Undernourishment (PoU) dan Food Insecurity Experience Scale (FIES).

Dengan demikian kedepannya kebijakan yang dilakukan pemerintah melalui intervensi bantuan pangan dapat berjalan baik.

Juga tepat sasaran, dan bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi kemajuan bangsa dan negara.

“Mudah-mudahan dalam rangka mendukung percepatan SDGs terutama pada tahun 2030 kita akan bersama-sama untuk dapat mengurangi dan mencegah.

“Agar tidak terjadi kelaparan agar tidak terjadi rawan pangan dan lain sebagainya.”

“Maka dari itu kebijakan intervensi bantuan pangan secara nasional mari bersama-sama kita kawal berdasarkan informasi data yang disajikan Badan Pangan bersama dengan BPS ini,” ujar Ateng selaku keynote speaker.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Ekbisindonesia.com dan Infokumkm.com

Jangan lewatkan juga menyimak berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Haiidn.com dan Seleb.news

Sedangkan untuk publikasi press release di media ini atau serentak di puluhan media lainnya, klik Rilisbisnis.com (khusus media ekbis) dan Jasasiaranpers.com (media nasional)

Atau hubungi langsung WhatsApp Center Rilispers.com: 085315557788, 087815557788, 08111157788.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News.

 

Berita Terkait

Hallo Oto Diluncurkan, HMN Media Perluas Jaringan Digital untuk Menangkap Peluang Industri Otomotif
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
New Media Network Buka Peluang Bisnis bagi Pemilik Followers Media Sosial melalui Kolaborasi Pemasaran Digital
SapuLangit Media Center Perluas Distribusi Siaran Pers ke Lebih dari 200 Media Online untuk Manajemen Reputasi,ć
PROPAMI Soroti Kebutuhan SDM Bersertifikasi di Pasar Modal
Kecepatan Tayang Jadi Solusi Distribusi Press Release di Platform Media Sosial, Siarannews.com Gandeng NMN
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Demi Jurnalisme yang Berkualitas, Hallo.id Menghadirkan Platform ‘Traktir Kopi’ untuk Apresiasi dari Pembaca
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 02:18 WIB

Sunlife perkenalkan merek global baru

Jumat, 16 Oktober 2026 - 14:44 WIB

Shanghai Electric Pamerkan 19 Solusi Terintegrasi, Dorong Inovasi Industri di Ajang CIIF 2026

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:47 WIB

Dorong Perubahan Nilai Tambah Jaringan Telekomunikasi guna Wujudkan Pertumbuhan Baru pada Era AI

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:20 WIB

Dari “dua pameran yang digelar berdampingan” menuju “integrasi satu rantai” Peningkatan Layanan Terpadu Sektor Hijau untuk Kawasan Perdagangan Bebas Versi 3.0

Jumat, 16 Oktober 2026 - 06:06 WIB

CCTV+: Lokakarya Teknologi yang Ramah Lingkungan untuk Pengendalian Hama dan Penyakit Jagung di DAS Lancang-Mekong Digelar di Hanoi, Vietnam

Jumat, 16 Oktober 2026 - 02:00 WIB

RoboParty Luncurkan RP1 di Asia Tenggara, Hadirkan Solusi Robotika dengan Platform Terbuka dan Rangkaian Lengkap untuk Pendidikan dan Riset

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:29 WIB

IGEL Menunjuk Pemimpin Zero Trust AS, Randy Resnick, untuk Memajukan Strategi IGEL Adaptive Secure Endpoint Platform™

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:47 WIB

Xinhua Silk Road: Linyi Trade City di Tiongkok Bagian Timur Buka Pusat Pengadaan Internasional, Dorong Aktivitas Perdagangan Global

Berita Terbaru

Pers Rilis

Sunlife perkenalkan merek global baru

Sabtu, 17 Okt 2026 - 02:18 WIB