Tak Ada Cukup Bukti, Polisi Ungkap Alasan Hentikan Penanganan Laporan Suami Kasus KDRT Depok

Avatar photo

Rabu, 9 Agustus 2023 - 17:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). (Pixabay.com/geralt)

Ilustrasi Kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT). (Pixabay.com/geralt)

HAIUPDATE.COM – Laporan kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilaporkan oleh suami, Bani Idham Bayumi terhadap istrinya, Putri Balqis, dihentikan proses pengusutannya oleh Polda Metro Jaya.

Dalam kasus tersebut, pasangan suami istri tersebut sudah ditetapkan sebagai tersangka atas laporan yang dibuat masing-masing pihak.

“Terkait kasus KDRT Depok, laporan suaminya terhadap istrinya kita hentikan,” ujar Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi dalam keterangannya, Rabu, 9 Agustus 2023.

Adapun keputusan penghentian proses penanganan kasus KDRT tersebut merupakan hasil dari gelar perkara yang dilakukan hari ini Rabu 9 Agustus 2023.

Baca artikel lainnya di sini: Divisi Propam Polri Tangani Kasus Perselingkuhan, KDRT, Penelantaran Anak dan Perbuatan Asusila Iptu MIP

Penghentian proses penanganan laporan tersebut dilakukan dikarenakan tidak adanya cukup bukti yang menguatkan dalam gelar perkara.

“(Alasan laporan dihentikan karena) tidak cukup bukti,” kata Hengki Haryadi.

Diberitakan sebelumnya, Polisi menangkap Bani Idham Bayumi, suami dari kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya, Putri Balqis.

Dalam kasus tersebut, keduanya menjadi tersangka atas saling lapornya.

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi mengatakan bahwa saat ini Bani sudah dilakukan penahanan di rumah tahanan Polda Metro Jaya.

“(Penahanan) Bertempat di Rutan Tahti Polda Metro Jaya,” kata Hengki Haryadi kepada wartawan, Rabu (5/7/2023).

Hengki menuturkan, penangkapan terhadap Bani dilakukan pada hari Selasa (4/7/2023) kemarin dan kemudian dilakukan penahanan.

Sesuai dengan yang termuat sebagaimana dalam Pasal 44 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan KDRT (PKDRT).

Dalam kasus tersebut, Bani juga dikenakan Pasal 64 KUHP dikarenakan perbuatan berulang atau berlanjut (voortgezette handeling).

“Dengan ancamanan pidana maksimal 5 tahun penjara juncto pasal 64 KUHP,” jelasnya, dikutip dari PMJ News.***

Berita Terkait

Sertifikasi BNSP: Usaha Nyata untuk Tingkatkan Mutu dan Kompetensi Tenaga Kerja
Antisipasi Potensi Kecurangan, Capres Prabowo Subianto Ajak Masyarakat untuk Kawal Proses Pemilu 2024
Ungkap Kisah yang Lahir dari Keluarga Majemuk: Prabowo Subianto: Kita Hidup Rukun Tak Ada Masalah
Tegas, Prabowo Subianto Nyatakan Korupsi Rusak Kehidupan Bangsa, Bahayakan Keselamatan Negara
Rasakan Antusiasme Masyarakat Palembang, Capres Prabowo Subianto : Insha Allah Lebih Sering ke Sini
Momen Capres Prabowo Subianto Berpantun di Pekanbaru, Kalau Ada yang Jelekkan Kita, Jogetin Aja
Gibran Rakabuming Raka Sebut Indonesia akan Jadi Raja Energi Hijau Dunia di Acara Debat Cawapres
Waspada Kemungkinan Gunung Bromo Erupsi, Warga Dilarang Dekati Area Kawah dalam Radius 1 Km
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Senin, 4 Maret 2024 - 15:56 WIB

Gelar Silaturahmi Kebangsaan dengan 1.600 Muslimat NU dan Relawan Jatim, Prabowo Ucapkan Terima Kasih

Jumat, 23 Februari 2024 - 18:56 WIB

Sebut Demokrasi Masih Pilihan Terbaik, CSIS Konfirmasi Prabowo – Gibran Menang Satu Putaran di Quick Count

Rabu, 21 Februari 2024 - 08:00 WIB

Anies Baswedan Ungkap Kondisi Terkini Koalisi Pengusungnya Usaì Surya Paloh Bertemu dengan Presiden Jokowi

Sabtu, 17 Februari 2024 - 13:21 WIB

Jalankan Check and Balance, PDI Perjuangan Nyatakan Siap Berjuang sebagai Oposisi di Luar Pemerintahan

Kamis, 15 Februari 2024 - 15:13 WIB

Presiden Jokowi Beri Tanggapan Terkait Hasil Perhitungan Cepat atau Quick Qount Pemilihan Presiden 2024

Kamis, 15 Februari 2024 - 09:58 WIB

Prabowo Subianto Pidato Usai Unggul dalam Berbagai Quick Count: Pendukung Harus Tetap Rendah Hati

Rabu, 14 Februari 2024 - 16:44 WIB

Deddy Corbuzier Minta Jatah Menteri Peranan Wanita, Prabowo Subianto Berikan Tanggapan Seperti Ini

Rabu, 14 Februari 2024 - 16:17 WIB

Masih Banyak yang Hidupnya Sulit, Prabowo: Banyak Kemudahan tapi Sebagian Rakyat Kita Belum Menikmati Itu

Berita Terbaru